Senin, 27 Juni 2016

Contoh Proposal

  PANITIA REHAB KANTOR POS RW                                    Jl. blogging blogger  III no 33 Rw 03 tegal alur
                                                        jakarta barat 11820
                                                                      ||
                                                                      ||
                            PROPOSAL REHAB KANTOR POS RW TEGAL ALUR 

                                                                       ||
                                                                       ||
                                                                       ||
                                                                       ||
                                                                       ||
                                                                       ||
                                                                       ||
                                                                       ||
                                                       Jakarta, 01 juli 2014
 PROPOSAL PERBAIKAN KANTOR POS RW 03 TEGAL ALUR
I. Pendahuluan
    Sepatutnya kita sampaikan puji dan syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Pada kesempatan ini telah memberikan kesempatan kepada kita semua karuniaNYA. Kita percaya bahwa tanpa ijin Tuhan Yang Maha Esa kita tidak akan dapat berbuat apa-apa. Namun karena ijinNyalah kita dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Semoga aktifitas dapat terlaksanan dengan sebaik-baiknya dan kita semua dalam lindunganNYA.
II. Dasar

Puisi - Jalan Inikah

JALAN INIKAH 
Oleh Shely Dani Siswiati

Hidup ini..
Terkadang kutemui kesulitan dan terkadang kemudahan..

Jalan penuh pasir dan penuh batu,
Bahkan, bisa surut habis, kering, dan tandus..

Jalan inikah??
Semua berawal dari hal kecil yang mungkin tak berarti..

Namun..
Hal kecil itu, menjadi sesuatu yang luar biasa..
Semua akan berubah dengan siringnya waktu berlalu..
Hasilnya, semua berbeda dari hal yang berbeda pul..
Karna Tuhan yang menentukan..

Puisi - Kita Sama

KITA SAMA 
Oleh Widya Rahma

Butiran-butiran kapsul berserakan
Ingin ku buang..
Ingin ku tiada lagi menelan

Kedalam hati, jiwa sendiri
Ku selam jawab!
Hatiku haus akan jawaban

Pusi - Kaulah Pahlawanku

KAULAH PAHLAWANKU 
Oleh Abdullah Ismail

Pada untaian sajak ini aku bercerita
Tentang langkah kaki yang ku hentakan melintasi roda kehidupan
Yang tak mampu ku ungkapkan melalui bahasa kehidupan
Demi waktu ku lewati ke egoisan dunia

Puisi - Kekasih Hina

KEKASIH HINA 
Oleh Kaksng Fauzi

Elok senyum mu.
Manis paras mu.
Anggun sukma mu.
Merasuk hamapa batin ku.

Tina pena telah habis
Gambaran kata tak tertulis
Seperti mimpi tak terwujud
Hanya angan-angan berlanjut

Ku ingin peluk dari mu
Dalm pedih perih duniawi
Tapi malah kau yang memberi
Menggores luka sekian kali

Ku panggil kepalan tangan hadir
Bukan senyum indah terukir
Aku kekasih dalam pangkat
Tapi ""hina"" dalam pangkat

Tetapi akulah sang pejuang
Hanya untuk mu sayang

Puisi - Berkibarlah Sang Merah Putih

BERKIBARLAH SANG MERAH PUTIH
Oleh Imam Aris Sugianto

Detik demi detik kau diperjuangkan
Menit demi menit kau direbutkan
Kini kau bebas berkibar benderaku
Kini kau diagungkan banyak orang

Merah putih kaulah lambang kehidupan Warnamu mempunyai arti yang bermakna
Dan warnamu tak kan pernah pudar
Walaupun badai menerjang

Puisi - Damai Ku Pada Negri Tercinta

DAMAI KU PADA NEGRI TERCINTA
Oleh Bayu Setiawan

Hembusan angin yang bersahat dengan jatuhnya air
menyelimuti jiwa-jiwa yang bersemangat
dengan kesejukan udara menyampaikan bisikan alamnya
bagaikan merasuk seluruh raga sukma

Pada lelah tubuh dari bagian tanah dan bebatuan ini
disaksikan oleh pepohonan dan dedaunan
kaki yang terus melangkah membawa ku pada ketinggian
tak surut dari cucuran keringat yang membasahi jiwa

Sebagai bukti untuk menikmati keagungannya
dari illahi yang menuju kedamaian pada tanah negri ku tercinta

Minggu, 26 Juni 2016

Puisi - Merdeka Indonesiaku

MERDEKA INDONESIAKU..!
Oleh  Imam Aris Sugianto

Tergugah karena rasa
Terlempar karena derita
Penjajah pergi dari negeri kita
Kemerdekaan diraih dengan taruhan nyawa

Saatnya perangi kebodohan dari Indonesia terkini
Isi kemerdekaan dengan belajar, belajar, belajar bagi para pelajar saat ini
Jangan mau dibodohi orang lain dalam negeri sendiri
Teruskan perjuangan dengan membangun negeri ini

Jadilah satu walau berbeda
Jangan berpecah karena masalah
Bersatulah untuk memecahkan masalah
Indonesia tetap jaya

Bojonegoro, 16 Agustus 2014

Puisi - Cintaku Indonesia

CINTAKU INDONESIA
Oleh Rae Sanggula

Merengkuh pilu dalam sepi
Sendiri merenungi, INDONESIAKU, sedih… rasanya 
Yang dulu mereka katakan, ada! Penjajahan di negeriku ini, sedih… rasanya 
Untuk menahan derita mereka di kala itu..
Dann kini merdeka! Pahlawanku berhasil!

Taukah kau? 
Tangisan saudaraku membuat sembilu di sanubari
Lorong-lorong sepi di penuhi, kolong jembatan sampai jalanan raya
Kemiskinan merenda di negeri ini!
Kesakitan hati dan fisik dari saudaraku terasa 
Seakan tak sanggup ku pandang ataupun ku lirik
Yang terkadang, menitikkan air mata..

Puisi - Selamat Datang Di Indonesia

SELAMAT DATANG DI INDONESIA
Oleh Kevin Fajar

Rimba bunga membaca hutan
Sunyi alam lembuti embun pagi
Pundak gunung berhias kelabu
Biru langit menyelimuti bawah desa

Selamat Datang di Indonesia
Bebaskan cakrawala yang abadi
Rasa cinta pangkuan pertiwi
Sinar Tuhan yang menciptakan

Dari Sabang hingga Merauke
Dari puncak sampai ke samudera
Tertuang kosakata dari alam
Mewadahi pesona Republik Indonesia

Puisi - Cinta Tanah Air

CINTA TANAH AIR
Oleh Muqtafaiz

Andaikan engkau cinta
Jangan buat ia kecewa
Jika engkau sayang jua
Sediakan madu di lidahnya

Katanya cinta Indonesia?
Mengapa kau gores luka?
Madu, susu, anggur jua harus tertuju padanya
Bukan belati, duri, atau tirta dusta

Puisi - Berserulah Budayaku

BERSERULAH BUDAYAKU
Oleh Sri Purwatiningsih

Lagu - lagu tua bersuara 
Tangan lembut menari - nari
Bagai air tergulung ombak
Ditepi pantai yang sunyi

Dewi malam yang anggun
Bercahaya bagaikan bidadari
Berlenggak - lenggok di atas awan
Bagai puteri keraton

Gamelan - gamelan berdengung
Seakan bumi digetarkan
Suling - suling bernyanyi
Bagai kicau burung di pagi hari

Suasana negeri yang asri
Membuat bunga bangsa lupa diri
Akan keindahan ibu pertiwi
Di Indonesia tercinta ini

Puisi - Tanah Airku

TANAH AIRKU
Oleh Nadilla Syahkina

Beribu pulau kau satukan.......
Dalam genggaman mu......
Dari sabang sampai marauke....

Lautanmu yang luas,menjadi penghias bumi...
Tanahmu yang subur...
Menjadi makanan bagi kami dan juga pemandangan bagi kami.....

Pegununganmu yang menjulang tinggi...
Lautanmu yang luas.....
Dan alammu yang indah
Menambah kesan tanah airku yang indah......

Puisi - Di Bumi Mana Ini ?

DI BUMI MANA INI?
Oleh Alim Nurudin 

negeriku subur dan kaya
sawah ladang terhampar luas
manusia hidup mencari bahagia
akal dan ide berkembang bebas

Puisi - Tanah Kelahiran

Tanah Kelahiran 
Oleh Dwi Setio Arini

Masih ku ingat... Masih ku bayang... Tanah kering akan air Tanah banjir yang meluap Kata-kata permai sang Ibunda permata Nasihat purwa Ayah sang abdi Terikat irama si lagu dendang Berkelana di negeri asing jauh berada Rinduku akan masa-masa lampau Masih ku kenang budayawi negara Tanah tercinta jadi penantian Disana aku bersuka,berduka,riang gembira Kawan-kawan dari berbagai adat Masih aku inginkan masa-masa lampau Di tanah kelahiranku

Puisi - Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia 
Oleh Tanti N.

Negri elok penuh pesona Menebar istiadat bangsa Pusaka nenek moyang kita memukau mata dunia
Indah ragam budaya indonesia Gemulai tarian daerahnya Tangkasnya pencak silat Lugunya wayang golek Uniknya ukiran batik Merdunya suara gamelan Itulah indonesia
Aku bangga.... Menjadi anak indonesia Melestarikan budaya bangsa Warisan leluhur kita

Puisi - Sejarah Baru

SEJARAH BARU
Oleh San Panas tak jadi masalah Sore apalagi Malam? Jangan tanya Mau berjalan atau berlari Mau selambat siput atau pura-pura secepat pembalap Itu semua sama saja tujuannya dilihat dulu ujung-ujungnya apalagi kalau yang merombak hancur negara kerja, tentu saja mereka kerja justru itu yang dibuat kesempatan patok-mematok sau sama lain disalahkan? nyuap hakim

Puisi - Indonesiaku Pandai Sudah

Indonesiaku Pandai Sudah 
Oleh Ko~Ha

Semua orang bertanya Semua orang menjawab Semua mulut menganga Semua suara teriak Gema kritik kanan kiri Lupa cermin lupa luka Semua menyayat Semua mengalir Membawa kebebasan atas adat yang terikat Keluar dari rantai alami Membentuk rantai mutasi Semua berubah dalam usaha bumi memulihkan diri Semua abu abu Merah kelabu Kuning kelabu Hijau kelabu Langit biru kelabu Pertiwi kini tersenyum kecut Dalam hati ia bergumam “Ah, sudah pandai . . . Silahkan!” Tapi hilang satu bilangan . . . . Kejujuran

Puisi - Indonesia

Indonesia
Oleh Uday Udayani


Negeri ini kaya Terbentang lautan diantara samudera Tersebar pulau disekitar khatulistiwa Beribu suku serta berbagai budaya Menghiasi seluruh pelosok nusantara Saling menghargai dan menghormati Menjadikan perbedaan menyatu, bersatu untuk maju Yakin dengan tindakan mengejar cita-cita bersama Mengabdi sepenuh hati pada bangsa Berbagi dalam kebersamaan berusaha tangguh menggapai tujuan untuk kesejahteraaan

Puisi - Merintih Emak Bapak Dahulu

MERINTIH EMAK BAPAK DAHULU 
Oleh Sindi Violinda
Merintih emak bapak dahulu Lebih 70 tahun lalu Merintih, kan nasib anaknya dijadi babu Serbunya, lah pakai bambu Rumah-rumah belum kokoh se kini Rumbia belum nasibnya dapat berdiri Di belakang makan bersama beralaskan beroti Di keesokannya bisa saja mati Kadang tertidur karena lelah berjaga Jangankan kira, mata dalamnya tetap terbuka Kadang seolah santai mencintai keluarga Jangankan kira, jiwanya tetap siap gapai merdeka Akhirnya penjajah dapat mengakui kemerdekaan Indonesia Akhirnya 70 tahun perjuangan emak bapak tak sia-sia Sekarang tidak dijajah dengan perang negara Sekarang dijajah dengan membodohi bangsa Dengan begitu, lah merdeka atau mati Tetap keputusan bangsa sendiri Dengan persatuan sejati akan tetap abadi Dengan tamak, haram mengenyangkan perut sehari- hari

Puisi - Silet

SILET
Puisi Acep Syahril

Dengan silet kusayat biji mata kamu karena kamu
tak gerah memandang kebodohan kemiskinan bertumpu
padahal keterpurukan dan kehancuran seperti
gadis cantik yang sedang diintai para pemburu

Puisi - Negeri Yatim

NEGERI YATIM
: Wiji Thukul Wijaya
Puisi Acep Syahril

Di rumahmu yang sumpek itu tanpa basa basi
kita saling mentertawakan diri sendiri
kau tertawa melihat telapak kakiku yang lebar
aku juga tertawa melihat mata dan gigimu
yang maju nanar leak karib yang mempertemukan
kita cuma tertawa lalu kau perkenalkan sipon
istrimu padaku aku serius menyambut
uluran tangannya tanpa tawa karena aku tau
kau terus mengawasi hatiku yang menggoda
setelah itu kita mulai cerita dan tak banyak
bicara soal sastra tapi sedikit menyinggung
tentang negara kau bilang hidup di indonesia
seperti bukan hidup di negara kita lalu
ku bilang kalau saat ini kita hidup
di negeri yatim yang sudah lama di tinggal

Puisi - Koruptor + Tai

KORUPTOR + TAI
Puisi Acep Syahril

Di atas kloset tanpa mengetuk pintu dia
masuk ke dalam dirinya seseorang sejak tadi
menunggu untuk bercakap-cakap di sebuah ruang
tak ber air condition sejuk aman dan dia sulit
membayangkan betapa nyamannya
di dalam tapi sayang dia jarang pulang

Puisi - Rugi

RUGI 
Puisi Acep Syahril

raidah pergi ke sungai ke darat
menjemur pakaian ke keramaian ke rumah
belum juga pulang
waska pergi ke huma ke surau membeli iman
kekeramaian dan ke rumah belum juga pulang
bujang pergi ke sekolah ke kampus membunuh
kealpaan dan ke rumah belum juga pulang
raidah waska dan bujang pergi tapi belum
juga pulang-pulang

Puisi - Suksesi

SUKSESI
Puisi Acep Syahril

Jangan ngomong kalau tadi kau pilih partai
lain demi menghindari calon wakil rakyat atau
pemimpin yang tak berpihak pada rakyat jangan takut
dimusuhi diancam apalagi dipukuli karena kau telah
menerima kaos sabun mandi beras gula dan kopi
jangan cemas sebab memilih adalah hak kamu untuk
menentukan yang terbaik dari yang terburuk

Puisi - Mandi Demokrasi

MANDI DEMOKRASI
Puisi Acep Syahril

Di panggang gunung kidul ini ada sebuah jurang batu
luweng kera namanya luweng itu tempat pembantaian
dan pembuangan orang-orang partai komunis indonesia
termasuk saudara-saudara bapak dan saudara ibu
temanku yang dituduh terlibat dan sekarang dia
bersama bapak ibunya tinggal di desa ini dagang sembako
setiap sore kami mandi bareng dengan warga lainnya
di telaga gandu yang butek airnya laki perempuan
anak-anak orang dewasa orang tua sapi kambing dan
anjing tak ketinggalan kami mandi demokrasi di sini