Telematika
di Negara Kamboja
Sebelum tahun 1980’an, Kamboja masih terisolasi dengan perkembangan dan
kemajuan dalam komunikasi dan teknologi. Pada Januari 1987, menggunakan stasiun
Intersputnik ruang angkasa Soviet mulai beroperasi di Phnom Penh dan membangun
hubungan komunikasi dua arah antara ibukota Kamboja dengan beberapa kota
seperti Moskow, Hanoi, Vientiane dan Paris. Sejak tahun 1975, untuk pertama
kalinya stasiun satelit tersebut akhirnya menyambungkan jaringan telepon dan
telex antara Phnom Penh, Hanoi, dan negara-negara lain.
Negara berpenduduk 15 juta jiwa ini
masuk kategori 'bebas sebagian' dalam hal kebebasan internet. Hingga kini baru
sebagian warga Kamboja yang mendapat akses ke internet. Sekitar 80% populasi
tinggal di wilayah pedesaan, bahkan tanpa akses listrik. Kini tingkat
penyebaran internet mulai meningkat tajam.