Sabtu, 26 Maret 2016

Mahamimpi Anak Negeri

Identitas Buku
Judul : Mahamimpi Anak Negeri
Penulis         : Suyatna Pamungkas
Penerbit         : Tiga Serangkai
Tebal buku : 438 halaman
ISBN : 978-602-9251-22-7

Novel ini bercerita tentang empat remaja tanggung yang memiliki tekad untuk membawa perubahan untuk desanya yaitu desa Bukit Bayur yang berada di sebuah pedalaman hutan pinus Banyumas. Empat remaja ini yaitu Elang, Tegar, Darwis, dan Waris menjuluki mereka sebagai Empat Pawana.

Empat pawana ini menjunung tinggi pendidikan sekolah dan agama, untuk dapat membawa perubahan dipemukiman mereka yang berada dilingkungan Islam namun tingkah laku masyarakatnya yang masih percaya terhadap animisme, dinamisme yang dengan jelas bertentangan dengan syariat Islam. Namun, cita-cita mereka tidak mendapat dukungan dari masyarakat, bahkan orang tua mereka sendiri menganggap bahwa sekolah dan mengaji itu tidak penting.


Bukan hanya dari pertentangan dari orang tua dan masyarakat sekitar, namun medan terjal untuk mencapai ke sekelah harus mereka lewati. Walaupun demikian, tidak membuat mereka menyerah dengan keadaan demi merubah kebiasaan masyarakat Bukit Bayur, dengan mendirikan masjid untuk menyadarkan masyarakat melalui tausiyah para ustad, mengajarkan masyarakat untuk membaca Al-Quran dan membimbing ke arah yang benar.

Tokoh – tokoh Empat Pawana memiliki karakter yang unik dan kepribadian terpuji, yaitu:
1. Tegar, digambarkan ia bertubuh tegap dan gagah perkasa diantara pawana lain, ia selalu adil, bersikap bijaksana selalu berlaku solutif terhadap segala permasalahan, dialah penjaga gawang Empat Pawana yang selalu mengayomi. Diceritakan kepemimpinannya diibaratkan Ir. Soekarno bahkan Khalifah Umar bin Khathab, iapun memiliki kejeniusan luar biasa terutama tentang pengambilan keputusan. Baik di sekolah maupun ditempat mengaji ia selalu menjadi ketua. Tegarlah yang membuka pikiran teman-teman pawana tentang arti penting sekolah.
2. Darwin (Sudarwin), anak laki-laki jenius, pengetahuannya luas serba tahu tentang segalanya berkat rajinnya ia membaca kapan saja dan di mana saja, tak ayal dia selalu menjuarai segala kompetisi. Pemikirannya rasionalis namun tetap berpengang teguh pada nilai religius. Terkadang Darwin sering berperilaku kasar terutama pada tokoh Elang. Namun, tetap kesetiakawanannya sangat tinggi. Ia sering bertukar pikiran dengan Tegar mengenai masalah filsafat, agama, dan keilmuan lain.
3. Waris, anak laki-laki yang berparas melankolis, selalu bertutur kata ramah dan punya hati yang tulus putih, Tokoh Waris mengajarkan segala kedamaian kepada teman Pawana terhadap makhluk hidup lainnya, Waris hobi menulis puisi, dan diceritakan penulis bahwa karyanya disejajarkan dengan Sapardi Djoko Damono, dan Pablo Neruda.
4. Elang (penutur cerita), bersama Empat Pawana bertekad membuat perubahan bagi masayarakat Bukit Bayur, Elang sering kali dijadikan korban kejahilan tokoh Darwin. Dia sama dengan waris mencintai dunia tulis menulis namun beda gendre yaitu, cerpen, adegan film, dipertengahan cerita berkat kepandaiannya menulis cerita mengantarkan ia mendapatkan beasiswa kuliah.
5. Senja, gadis manis dan cantik ikut bergabung dengan Empat Pawana karena memiliki visi dan misi yang sama, mencintai sekolah dan mengaji, semangat Empat Pawana membuat hatinya tergugah dan ingin mewujudkan cita-cita mendiang ibunya.

Berbagai macam konflik dan ketegangan yang dihadirkan menguras emosi pembaca, diantaranya ketegangan memilukan saat anggota Empat Pawana harus berpisah dengan Waris, anggota Empat Pawana berkurang satu, Waris pergi transmigrasi mengikuti program pemerintah. Selanjutnya, konflik dengan Pak Sapon, ketua kesatuan polisi hutan, yang dengan tega membakar masjid bambu hasil dari jerih payah Elang dan kawan-kawan, mereka dianggap tidak memiliki izin resmi mendirikan bangunan di atas tanah pemerintah. Berlanjut, ketegangan atas usaha perjalanan mereka mencari Haji Nasir guna memperdalam ilmu agama segala kesulitan mereka dapati. Jadi, Setiap bab novel ini memiliki sensasi luar biasa.

Novel ini sangat dekat dengan alam, daya kreativitas dan kepiawaian imajinasi penulis mampu mengemas alam menjadi sesuatu yang menawan, suasana alam Bukit Bayur diungkapkan melalui deskripsi yang jelas memberikan kesan mendalam bagi pembaca.

Dengan kepedulian yang besar terhadap aspek sosial dan agama serta bekal pengetahuan penulis yang luas, lahirlah Mahamimpi Anak Negeri. Novel bagus dan wajib dibaca!
- Ahmad Tohari, penulis Ronggeng Dukuh Paruk

Sebuah novel yang sangat indah. Mengangkat tema anak-anak miskin yang memiliki semangat tinggi dalam meraih cita-cita demi masa depan yang lebih baik untuk diri sendiri, keluarga, dan kampung halamannya. Sangat menginspirasi!
- Pipit Senja, novelis dan anggota Majelis Penulis Forum Lingkar Pena

Kita membutuhkan lebih banyak lagi novel-novel yang menggugah hati. Atau, dalam bahasa lainnya: memberikan inspirasi. Maka, novel ini akan menjadi salah satu pilihan yang sangat baik.



http://rinimaryani254.blogspot.co.id/2013/10/resensi-novel-mahamimpi-anak-negeri.html
https://www.goodreads.com/book/show/18375281-mahamimpi-anak-negeri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar