Selasa, 05 Januari 2016

Naiklah Kendaraan Umum

AYO NAIK BUS


            Meningkatnya jumlah kendaraan yang sangat pesat yang tidak diimbangi dengan perkembangan infrastruktur yang cenderung lambat membuat arus lalu lintas disejumlah titik di Indonesia mengalami kepadatan. Yang sudah sangat terkenal tentunya kemacetan yang setiap hari terjadi di ibukota Jakarta dan kota-kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor. Kemacetan yang kerap terjadi ini bukan semata-mata hanya karna pertumbuhan kendaraan yang sangat pesat namun tidak jarang juga karena disebabkan oleh etika si pengendara sendiri yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Contoh yang sering sekali saya temui adalah ulah pengendara yang akan berbelok ini tidak sesuai pada jalurnya, jadi pengendara tersebut memotong jalur disaat ia sudah sangat dekat dengan persimpangan tersebut dan tidak jarang pula pengendara tersebut tidak memberi isyarat seperti menyalakan lampu sein. Bukan hanya itu, banyak juga pengendara yang melangkan larangan berbelok kearah kanan diperempataan karena lampu hijau menyala secara bersamaan dari sisi yang berlawanan namun masih saja banyak pengendara mobil/motor yang melanggarnya dan yang membuat saya terasa kesal si pelanggar tersebut menggunakan mobil-mobil mewah yang tergolong orang kaya dan orang yang berpendidikan dan saat ditegur mereka merasa seperti orang yang benar dan justru berbalik memarahi orang yang menegurnya.
Tahun
Mobil Penumpang
Bis
Truk
Sepeda Motor
Jumlah
1987
1170103
303378
953694
5554305
7981480
1988
1073106
385731
892651
5419531
7771019
1989
1182253
434903
952391
5722291
8291838
1990
1313210
468550
1024296
6082966
8889022
1991
1494607
504720
1087940
6494871
9582138
1992
1590750
539943
1126262
6941000
10197955
1993
1700454
568490
1160539
7355114
10784597
1994
1890340
651608
1251986
8134903
11928837
1995
2107299
688525
1336177
9076831
13208832
1996
2409088
595419
1434783
10090805
14530095
1997
2639523
611402
1548397
11735797
16535119
1998
2769375
626680
1586721
12628991
17611767
1999*)
2897803
644667
1628531
13053148
18224149
2000
3038913
666280
1707134
13563017
18975344
2001
3189319
680550
1777293
15275073
20922235
2002
3403433
714222
1865398
17002130
22985183
2003
3792510
798079
2047022
19976376
26613987
2004
4231901
933251
2315781
23061021
30541954
2005
5076230
1110255
2875116
28531831
37623432
2006
6035291
1350047
3398956
32528758
43313052
2007
6877229
1736087
4234236
41955128
54802680
2008
7489852
2059187
4452343
47683681
61685063
2009
7910407
2160973
4452343
52767093
67336644
2010
8891041
2250109
4687789
61078188
76907127
2011
9548866
2254406
4958738
68839341
85601351
2012
10432259
2273821
5286061
76381183
94373324
2013
11584514
2286309
5615494
84732652
104118969
Sumber : Kantor Kepolisian Republik Indonesia



*) sejak 1999 tidak termasuk Timor-Timur





            Dari data yang saya peroleh dari badan pusat statistik diatas, dari tahun ke tahun jumlah kendaraan diseluruh Indonesia meningkat dan peningkatannya pun tidak sedikit. Kemudahan masyarakat untuk membeli kendaraan dengan cara kredit ini mungkin menjadi salah satu penyebabnya kenaikan jumlah kendaraan yang ada di Indonesia. Dengan jumlah kendaraan yang sangat banyak ini kita sering lihat disaat-saat jam-jam terntentu di Jakarta seperti saat jam berangkat kerja dan pulang kerja hamper disemua jalan ibukota mengalami kemacetan yang tentunya akan membuat kita stress jika terus menerus seperti ini dan bahkan tiap hari makin parah. Pemerintah DKI Jakarta dibawah gubernur Ahok sebenarnya sudah melakukan perbaikan-perbaikan dalam infrastruktur jalan maupun membenahi sarana transportasi umum, seperti membangun jembatan-jembatan layang dan membenahi transjakarta dan kopaja.
            Kenapa sih masyarakat enggan menggunakan transportasi umum ? Ya itulah yang menjadi permasalahan saat ini, menurut saya dan menurut pengalaman pribadi saya menggunakan transportasi umum tepatnya di Jakarta itu masih kurang aman dan nyaman dalam menggunakan angkutan kota, masih banyaknya kasus kejahatan di angkutan umum dalam kota inilah yang membuat saya enggan menggunakan angkutan kota. Bukan hanya itu namun jg karna harus merogoh kocek lebih dalam disbanding menggunakan sepeda motor sendiri, contohnya saya tinggal didaerah Kebayoran Lama Jakarta Selatan dan saya kuliah didaerah Depok saya harus naik angkutan 3kali dalam sekali jalan, ongkos dalam sehari pun bisa mencapai 20ribu rupiah lebih hanya untuk transportasi. Dibandingkan saat menggunakan sepeda motor yang hanya mengeluarkan 20 ribu dalam 2 hari atau empat kali PP kebayoran lama-depok. Namun transportasi umum untuk antar kota antar provinsi (AKAP) saya nilai sudah berbenah sangat baik, contohnya moda kereta api yang sekarang bebas dari pedagan asongan yang terkadang membuat penumpang terganggu dan system online tiket pun memudahkan penumpang. Bukan hanya kereta api namun begitu juga dengan bus antar kota pun sudah berbenah dengan memperhatikan fasilitas demi kenyamanan penumpang bahkan untuk saat ini bisa disandingkan dengan pelayanan dari pesawat. Fasilitas seperti seat yang nyaman dilengkapi dengan leg rest beserta ac yang dingin disertai bantal dan selimut pun sangat memanjakan penumpang. Maka saat keluar kota menurut saya pribadi lebih nyaman menggunakan moda transportasi umum, jadi kita tidak perlu capek mengendarai kendaraan pribadi dan bisa beristirahat diperjalanan yang melelahkan karna macet yang semakin hari semakin parah. Sementara untuk transportasi dalam kota terutama kota Jakarta saat ini bapak gubernur sedang membenahinya agar lebih baik dan murah bagi masyarakat, jadi ayolah naik kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi :) .

Rizki Ardyan 2016
Sumber table pertumbuhan kendaraan : http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1413


Tidak ada komentar:

Posting Komentar